Minggu, 16 Februari 2014

Arsitek dan Persoalan Perumahan

Berapa harga rumah dengan luas 36 meter persegi (Tipe 36) saat ini? 
Di Tangerang, rumah tipe 36 yang disediakan pengembang besar terkemuka saat ini memiliki harga pasaran 100000000 – 110000000 rupiah. Bingung ngitung jumlah nolnya kan? Saya juga. Harganya sekarang Rp 100jutaan . Sedang tipe 38 didaerah Cibubur dengan induk pengembang yang sama, harganya 242,4 juta. Itu jika tunai, jika kredit KPR (bunga/Riba) maka harganya menjadi 260jutaan.
 

Itu artinya rata-rata harga rumah di Tangerang adalah Rp 2.7juta-3juta setiap 1m persegi lantai bangunan (tanpa memperhatikan luas tanah), sedang di Cibubur harganya Rp 6.3 juta per meter persegi. Harga disetiap dapat berbeda, karena harga juga dipengaruhi salah satunya lokasi, dimana setiap lokasi memiliki perbedaan perkembangan pertumbuhan ekonomi yang berbeda pula. Contoh di Pekanbaru, rumah tipe 96 luas tanah 105m2 memiliki harga jual tunai 1,05 milyar. Yang artinya harga jual rumah di Pekanbaru tiap 1 meter persegi lantai adalah Rp 10,9 juta. Walaupun daya beli rata-rata masyarakat Pekanbaru tinggi (pendapatan perkapita penduduk Provinsi Riau ada pada urutan ketiga tertinggi se-Indonesia [1]), Saya tidak tahu ini dalam batas kewajaran atau tidak.

Minggu, 15 Desember 2013

Tentang Portofolio dan Rusaknya Hardisk

Tiada rotan akarpun jadi. Saat data file digital sudah menghilang karena rusaknya hardisk, file-file manual akhirnya jadi penolong. Tidak menyangka tugas-tugas studio individu yang dulu diminta dosen-dosen kami agar dipresentasikan (dan dikumpul) secara manual/gambar tangan ternyata sangat terpakai dan bermanfaat.

Dalam studio perancangan kebanyakan mahasiswa memang mengerjakan dasarnya (denah, tampak, potongan) secara digital dengan bantuan CAD atau yang lain. Baru kemudian di jiplak ulang dan difinishing secara manual dengan gambar tangan. Adapula yang mengerjakan denah, kemudian langsung mengerjakan 3D. Lalu diproyeksikan untuk mendapatkan gambar tampak dan lain-lain, terakhir baru dijiplak, dikerjakan secara manual. Saya sendiri biasanya juga mengerjakan denah potongan di CAD. Baru lebih detailnya manual. Perspektifnya (3D) biasanya sih manual, kecuali perlu studi khusus tentang bentuk, atau kalau bentuknya susah, baru dikerjain digital he :P.


Tapi kalau dilihat dan diingat-ingat, ternyata ada juga saya mengerjakan full manual. Kalau tugas kecil Studio Perancangan Arsitektur  (SPA) 1 sih memang manual karena masih belum bisa pakai CAD. Rasanya saya baru mulai bisa CAD itu saat tugas besar SPA1. Tapi SPA 4 itu, entah kenapa dulu semuanya full manual. Kalau Tugas Akhir (TA) beda lagi, karena laptop rusak, akhirnya hanya denah dan siteplan yang digital. Tampak dan potongan, juga 3D dikerjakan manual. Konsekuensinya maket mesti dikerjakan sendiri. Beruntung ada balabantuan; Nia yang super cepat (kalau ngomong aja sering diprotes kecepatan sama yang lain, he.), plus ka Neny dan Airin. Btw lama-lama ngelantur juga nih tulisan.

Sebenarnya cuma mau share, ini portofolio hasil mengumpulkan, memilih, men-scan, mengedit, kertas-kertas hasil studio arsitektur individu saya. Beberapa file digital yang masih tersisa, dikumpulkan dari blog, facebook atau data yang memang selamat dari rusaknya hardisk. Kenapa hanya portofolio individu, karena tugas studio yang dikerjakan secara tim juga ga ada lagi filenya sama saya.

Portofolio rizka_fullscreen view

link di blog ini (embed), ini yang viewnya kecil, saya belum bisa ngaturnya supaya viewnya lebih besar

Senin, 03 Juni 2013

Maket Tugas Akhir

Dalam  arsitektur, maket (model/ miniatur bangunan) adalah salah satu alat bantu dalam presentasi, atau bahkan alat bantu dalam mendesain.

Nah bagi mahasiswa tugas akhirpun demikian. Saat tugas akhir (TA) kemarin, Saya sangat terbantu oleh adanya kawan-kawan sekontrakan: Airin, Nia dan Ka Neny. Saat sidang TA maket sudah harus jadi untuk membantu dalam presentasi untuk mengkomunikasikan desain. Saya berjanji kepada salah satu dari mereka yaitu ka Neny, untuk upload foto maketnya. Mungkin bagi kawan-kawan di arsitektur sudah biasa dengan maket. Sedangkan bagi beliau yang jurusan MIPA, maket bukan suatu hal yang biasa sehingga ketika sudah jadi, beliau takjub (yah dilebaykan dikit ga papa lah... :p ) dengan hasil jadi maket. Nah kepada mereka bertiga, saya ucapkan banyak-banyak terimakasih karena telah membantu.
Ini foto hasil maketnya :D
Maket Pusat Sains Islam di Martapura

Foto detail maket beserta penjelasan desain

Minggu, 02 September 2012

antara "Doing", bakat & kemampuan

Teringat suatu peristiwa lama.

Orang-orang (di kampus terutama) seringkali salah mengira. Bahwa saya memiliki bakat, keahlian atau apapun yang membuat saya "lebih" dibandingkan yang lain. Bahkan ada yang menganggap saya sombong atau tinggi hati karena mengira saya memiliki apa yang dia kira saya memilikinya, bakat atau kemampuan tadi :( . Saya tahu. Bagaimanapun saya tahu.

Tapi sesungguhnya tidaklah demikian, teman. Tidak, aku tidak memilikinya... Apa yang kupunya hanya keinginan yang kuat dan usaha yang lebih. Itu saja. Aku bukanlah orang yang dilahirka jenius dengan segala keistimewaan. Hanyalah orang yang berusaha dengan kuat, agar bisa lebih dari kemampuan yang seadanya.
Namun demikian, aku sungguh bersyukur, inilah aku, dengan apa yng diberikan Allah, berusaha keras menjadi lebih baik. Bersyukur jika memang terlahir istimewa. Tidak apa-apa terlahir biasa, asal berusaha untuk menjadi istimewa. Dan sesungguhnya, usahalah yang akan dinilai Allah.

Terakhir, saya senang, ternyata Malcom-X setuju dengan saya :)
ujarnya:
"Anytime you see someone more successful than you are, they are doing something you aren't"
*) dari kamus, doing itu present participle "do". Do adalah kata kerja. Dan sungguh kelebihan seseorang itu lebih banyak terjadi karena ada usaha lebih dibanding lainnya.

Jumat, 31 Agustus 2012

1:16 AM

Couldn't sleep. Banyak hal melintas di kepala: kapitalisme, sistem, arsitektur, taman pintar islami, tugas akhir, pembimbing, kontakan, gerak dakwah,. how could many things crossed in my head?
Banyak hal di dunia tidak dipahami orang-orang sebagaimana kenyataannya. Bagaimana dan apa kemiskinan itu? Mengira kemiskinan hanyalah soal sikap/attitude? Mengira kesalahan hanya pada orang-orang/ rezim, dan bukan pada masalah inti yaitu sistem?

Tapi beginilah kenyataannya. JIka orang-orang tahu dan sadar apa masalahnya, tentulah kapitalisme sudah runtuh. Begitulah pemahaman orang-orang pada umumnya. Jika pemahaman mereka tidak lagi keliru, tentulah Islam sudah tegak. Inilah ladang amal bagi setiap orang yang menjadikan islam sebagai sebenar-benar landasan hidupnya.

Ahh.. Untuk apa khawatir? Untuk apa resah?
Inilah hidup. Bukan hidup jika tidak begini.
Bukan hidup jika tidak sulit dan mendaki. Setiap proses hidup harus dilalui, bahkan dinikmati dan disyukuri.
Bagi seorang muslim, cukuplah ridho Allah. Masih banyak yang harus dikerjakan.

:)

Minggu, 05 Agustus 2012

London, Masa depan, dan Konsekuensi Keimanan


Sepanjang jalan Banjarmasin-Banjarbaru berpikir.
Saya punya proposal masa depan dengan rencana sampai 63 tahun (saya buat setahun 2 bulan yang lalu).


Salah satu mimpi terdekat yang saya tulis, saya ingin Ke Inggris, ingin ke London.

source: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/4/48/TE-Collage_London.png
Tapi saya sadar, saya sendiri sebenarnya tidak tahu berapa jatah umur saya tersisa. Apakah beberapa tahun, beberapa bulan, atau hitungan hari lagi.
saya tidak tahu apa yg tertulis di laul mahfuz, apakah akhirat lebih dulu saya kunjungi? Untuk bertemu dengan-Nya dalam ridho-Nya, seperti yang saya tulis dan rencanakan pada umur 63?
Jadi jelas sebenarnya. kita memag tidak tahu, apa yg tertulis di laul mahfuz. Karenanya setiap perbuatan dan apapun yang kita rencanakan, harus dipastikan sesuai atau tidak dengan ridho Allah, cadangan amal di tingkatkan, amar ma'ruf nahi munkar ditegakkan, syariat di laksanakan; kewajiban dijalani, larangan di jauhi,. sehingga wlaupun kita telah merencanakan yang terbaik. Jika Allah memanggil lebih cepat, kapanpun itu, kita telah siap.

Secara teori, kelihatan mudah. Tapi pelaksanaan, memang tidak semudah teori. Begitu yang saya lihat pada orang lain, juga yang saya alami sendiri.
 
Komitmen keimanan, bukan hanya untuk dihafal rukun iman ada 6. Bahkan konsekuensi atas rukun pertama, iman kepada Allah pun berat. Seberapa banyak orang, yang "mengira" Allah hanya di mesjid? Sehingga keluar dari mesjid, dia tidak lagi menutup aurat? Atau merasa tidak perlu pula menegakan aturan islam di segala sendi kehidupan seperti yg Allah perintahkan..?
Wallahu'alam.
· · · 31 Juli pukul 12:34 di sekitar Martapura · 

(diambil dari status facebook saya, http://www.facebook.com/rku.architect)

Sabtu, 16 April 2011

Memperingati Hari Kesehatan Internasional


7 April- Memperingati Hari Kesehatan Internasional.
Sejarah hari Kesehatan Internasional adalah hari dimana Piagam WHO (World Health Organization) disetujui PBB, hingga WHO sebagai lembaga internasional, hingga saat ini ada dengan tujuan menangani masalah kesehatan global, dengan tujuan meningkatkan kesehatan seluruh manusia dan melakukannya melalui sejumlah program kesehatan global. Hal ini karena PBB menyadari bahwa kesehatan dan kontrol penyakit adalah penting (esensial) bagi pembangunan ekonomi dan sosial (Encarta Encyclopedia).
Luar biasa memang, terdapat lembaga internasional yang khusus menangani masalah kesehatan dunia. Sebagai contoh, pada saat munculnya epidemik SARS pada 2003, WHO berperan penting dalam mendiagnosis dan mendeteksi terdapat penyebaran penyakit ini (Encarta Encyclopedia). Kemudian WHO juga membantu dalam mengadakan imunisasi (pengebalan) dasar bagi populasi masyarakat. Dapat dibayangkan bila tidak terdapat suatu lembaga khusus yang menangani atau paling tidak mengorganisir masalah kesehatan ini.

Namun jika kita kembali melihat ke belakang, sejak berdirinya tahun 1948, masalah-masalah kesehatan dunia ternyata tidaklah mulus adanya. Sungguh terasa ironis, ketika hari kesehatan internasional ternyata masih banyak orang-orang kelaparan hingga meninggal; masih banyak penyakit tidak dapat teratasi, dan masih kental jargon “orang miskin tidak boleh sakit”.

Apa yang terjadi? Analisis saya, karena pada masa ini, kita sebagai muslim sedang berada pada titik terendah. Kita berada pada masa dimana adidaya dan kekuasaan berada pada kaum yang lebih mementingkan materi dibandingkan hidup manusia sendiri. Masalah kesehatanpun tidak lain bertujuan asalkan kekuatan dan pembangunan ekonomi lancar, dan kondisi sosial mereka stabil. Sehingga kesehatan masyarakat bukanlah dianggap sebagai suatu masalah tersendiri tetapi merupakan salah satu aspek yang berkaitan dengan tujuan berkembangnya kepentingan ekonomi dan sosial.
The UN has recognized that adequate health and control of disease are essential to economic and social development.” 1
Maka wajarlah, bila lembaga bentukan UN- United Nation (PBB) ini tidak mampu menangani masalah-masalah kesehatan yang ada-melainkan sebagai formalitas belaka. Tidak jarang jika ada kepentingan ekonomi yang dianggap lebih besar disana- masalah kesehatan akan “menyesuaikan”.
(tiba-tiba ada mbak2 yang menyahut: sok bgt sih kamu, gimana kalau mereka benar-benar sungguh2, punya cita-cita tinggi mau menyehatkan seluruh manusia??)

Wah, mbak… jawaban saya kalau begitu: Dijamin, walaupun ada orang yang benar-benar; bersungguh-sungguuuuh mau menyehatkan masyarakat dengan lembaga internasional itu, tidak akan tercapai tujuannya untuk menjamin kesehatan masyarakat secara efektif dan merata, selama sistem yang dipakai dan dijalankan adalah kapitalisme: keuntungan yang sebesar-besarnya dengan usaha sekecil-kecilnya.
Saya ambil contoh yang paling mahsyur deh… AIDS, sampai sekarang belum bisa diatasi. Teman-teman yang di Kedokteran atau Biologi mungkin lebih tahu, berbeda dengan bakteri, virus berukuran sangaaat kecil. Begitu kecilnya, satuan yang digunakan adalah milimikron. Karena begitu kecilnya, virus tidak bisa ‘disaring’ sebagaimana bakteri dapat disaring dengan penyaring khusus. (Ingat, bakteri tidak dapat dilihat dengan mata telanjang karena begitu kecilnya, dan virus lebih kecil lagi dari itu).
AIDS disebabkan oleh virus. Namun demikian kita tahu, solusi yang ditawarkan adalah melakukan hubungan dengan aman, alias menggunakan kondom. Adalah sebuah lelucon. Dengan penyaring bakteri saja virus dapat lolos dengan mudah. Bagaimana bisa kondom mengatasi dan mencegah penyakit ini?
Disini kita lihat ada unsur kepentingan bahkan melakukan pembodohan publik. Kesehatan bukanlah apa-apa dibanding motif ekonomi, ataupun kepentingan sosial tertentu.

Lalu apa langkah kita? Menurut saya adalah langkah yang tepat bila kita melihat kepada solusi yang ditawarkan Islam. Dalam contoh diatas saja, sudah jelas bahwa penyakit ini muncul karena tidak ditaatinya syariat islam; karena syariat islam tidak diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Berzina bahkan dilegalkan oleh pemerintah. Saya tidak bohong. Di Surabaya, terdapat “kawasan khusus” bernama Doly- untuk melakukan kegiatan prostitusi yang bahkan terbesar se-Asia tenggara. Dan itu dilegalkan pemerintah dengan alasan menambah dana anggaran pemerintah. Beginilah ketika aturan Allah tidak dijalankan dalam kehidupan. Kesehatan masyarakat adalah salah satu masalah dari sekian banyak masalah akibat tidak diterapkannya islam dalam kehidupan. Semoga hari kesehatan internasional ini dapat menjadi momentum dan renungan bagi kita, bahwa kita harus kembali ke Islam. Terapkan Islam dalam kehidupan.
Wallahua’lam.
1)     
1) Howard, Peter. "United Nations." Microsoft® Encarta® 2009 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2008. 


oleh: Rizka Kurnia Utami
Koor. Departemen Opini & Syiar Angkatan Muda Al-Baythar UNLAM
Mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Program studi Arsitektur

(Tulisan ini dibuat untuk opini Majalah dinding AMAL, April 2011)